Kamis, 15 April 2010

Manusia Sebagai Mahluk Ekonomi

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK EKONOMI

Manusia sebagai makhluk ekonomi yang pada dasarnya selalu menghadapi masalah ekonomi. Inti dari masalah ekonomi yang dihadapi manusia adalah kenyataan bahwa kebutuhan manusia jumlahnya tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan manusia jumlahnya terbatas. Beberapa faktor yang mempengaruhi sehingga jumlah kebutuhan seseorang berbeda dengan jumlah kebutuhan orang lain:
* Faktor Ekonomi
* Faktor Lingkungan Sosial Budaya
* Faktor Fisik
* Faktor Pendidikan
Dari adanya bermacam- macam kebutuhan tersebut manusia senantiasa melakukan Tindakan , Motif , dan Prinsip Ekonomi.
Tindakan ekonomi adalah usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling baik dan paling menguntungkan. misalnya: Ibu memasak dengan kayu bakar karena harga minyak tanah sangat mahal. Tindakan ekonomi terdiri atas dua aspek, yaitu :
- Tindakan ekonomi Rasional, setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling menguntungkan dan kenyataannya demikian.
- Tindakan ekonomi Irrasional, setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling menguntungkan namun kenyataannya tidak demikian.
Motif ekonomi adalah alasan ataupun tujuan seseorang sehingga seseorang itu melakukan tindakan ekonomi. Motif ekonomi terbagi dalam dua aspek:
- Motif Intrinsik, disebut sebagai suatu keinginan untuk melakukan tidakan ekonomi atas kemauan sendiri.
- Motif ekstrinsik, disebut sebagi suatu keinginan untuk melakukan tidakan ekonomi atas dorongan orang lain.
Pada prakteknya terdapat beberapa macam motif ekonomi:
- Motif memenuhi kebutuhan
- Motif memperoleh keuntungan
- Motif memperoleh penghargaan
- Motif memperoleh kekuasaan
- Motif sosial/ menolong sesama
Prinsip ekonomi merupakan pedoman untuk melakukan tindakan ekonomi yang didalamnya terkandung asasdengan pengorbanan tertentu diperoleh hasil yang maksimal.

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

‘’Tanggung Jawab “ adalah Siap menerima kewajiban dan tugas atau beban psikis (kejiwaan) yang melandasi pelaksanaan kewajiban dari tugas tertentu. Apabila kewajiban dilupakan maka dikatakan tidak bertanggung jawab. Biasanya dapat diketahui lahirnya kewajiban-kewajiban adalah karena adanya hubungan hidup manusia antara :
1. Manusia dengan manusia lain, dan
2. Manusia dengan Tuhannya Tanggung jawab yang diterima seseorang karena dia menerima kewajiban-kewajiban untuk mengabdikan dirinya kepada manusia/orang selain dirinya :
a. Terhadap ibu-bapak, teman-teman kelompok atau terhadap istri dan anak-anaknya.
b. Terhadap Negara yang dipimpin oleh para pemegang kepemimpinan suatu Negara.
Tanggung jawab terhadap keluarga (bagi yang sudah berkeluarga) berarti dia harus menjalankan tugas kewajiban dalam menghidupi keluarganya : istri dan anak-anaknya meliputi kejasmanian, hidup kejiwaan dan kerohanian, seperti :
a. Mencari nafkah jasmani, yaitu makan, minum, dan pakaian.
b. Nafkah batin bagi Istri
c. Mencarikan pengetahuan atau pendidikan.
Beberapa macam tanggung jawab :
1. Tanggung jawab kepada Keluarga Keluarga adalah suami, istri, ayah, ibu, dan anak-anak , serta orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya.
2. Tanggung jawab kepada Masyarakat Manusia merupakan anggota masyarakat. Karena itu, dalam berpikir, bertingkah laku, berbicara dan manusia terikat terhadap masyarakat.
3. Tanggung jawab kepada Bangsa/Negara Setiap manusia/individual adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma yang dibuat oleh Negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya saja. Bila perbuatan manusia salah, maka dia harus bertanggung jawab kepada Negara
. 4. Tanggung jawab kepada Tuhan Manusia ada bukan karena sendirinya, tetapi merupakan ciptaan Tuhan, karena itu manusia berkewajiban kepada-Nya. Kesalahan akan kewajibannya harus dipertanggungjawabkan kepada-Nya. Contoh tanggung jawab seorang Mahasiswa : Seorang mahasiswa kewajibannya adalah Belajar. Bila hal itu dilaksanakan maka dapat dikatakan memenuhi kewajiban. Berarti mahasiswa itu bertanggung jawab atas kewajibannya, yaitu bila saat ujian mendapatkan nilai B maka hasil itu adalah kadar pertanggungjawabannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar